Rabu, 10 Oktober 2012

FOKMAPA STPMD “APMD” Gelar Pelantikan BPH: Wadah Untuk Belajar Mengembangkan Diri

Kegitan Pelantikan BPH FOKMAPA @Agus

Yogyakarta- Forum Komunikasi Mahasiswa Papua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa, mengelar kegiatan pelantikan Badan Pengurus Harian, di Ruang Seminar Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa. Kegiatan Pelantikan di laksanakan pada tanggal (10/09), di mulai pukul 02:00 WIB hingga selesai. Kegiatan di hadiri oleh 68 Mahasiswa Papua  yang sedang menganyam pendidikan di Kampus APMD, perwakilan dari  sesepuh Mahasiswa Papua  dan beberapa Dosen  serta Ketua STPMD “APMD” ini telah berjalan dengan lancar.
Read more »

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kisah Cinta Lelaki Tua dan Gadis yang Malang

Dahulu kala ada seorang lelaki tua hidup sendirian di suatu wilayah yang penduduknya sangat jarang. Pada suatu hari lelaki tua mendengarkan kicauan burung Wiguwi yang menyampaikan pesan bahwa “woo yuwe woo tapa wiiyato” yang artinya pesta adat suku mee yang disebut dengan Yuwo akan dilaksanan dua hari kedepan. Sebelum barangkat untuk menyaksikan pesta Yuwo, lelaki tua itu menyiapkan  perlengkapan berupa busur dan anak panah.
Lelaki tua itu berangkat sehari sebelum pesta adat dilaksanakan. Setelah melakukan perjalanan yang panjang, tibalah lelaki tua  itu pada tempat dilaksanakan Yuwo. Lelaki tua tersebut langsung menuju ke tempat berdansa yang benama Emaida (Bahasa Mee- Papua). Setelah beberapa jam berlalu, datanglah seorang gadis “megetuatai yagamo“ yang artinya gadis yang suka memilih-milih laki-laki. Ketika mereka mulai berdansa pandangan mata gadis itu,  selalu tertujuh pada lelaki tua tersebut. 
Gadis itu pun tertarik dan jatuh cinta lelaki tua itu, karena di mata gadis itu kakek tua itu terlihat sebagai lelaki yang sangat tampan di antara ratusan laki-laki yang sedang berdansa bersama di rumah dansa (Emaa).

Keesokan harinya pesta yuwoo mulai, lelaki tua itu membeli daging babi yang sedang dijual, lalu memberikan kepada gadis itu untuk disimpan pada Noken (tas asli suku Mee) yang dibawa gadis  tersebut. Setalah itu  lelaki tua itu mengajak gadis tersebut untuk pulang ke rumah milik lelaki tua itu, namun di pertengahan jalan lelaki tua itu mengatakan bahwa “ Saya mau cari sayur paku untuk kita barapen babi itu. Kamu pergi ikuti jalan ini ke rumah yang ada di ujung sana itu karena itu rumah saya, jangan takut langsung masuk saja".

Gadis itu pun pergi dan berjalan sesuai yang diperintahakan oleh lelaki tua tersebut. Setibanya di rumah  yang berada di tengah hutan, ia langsung masuk ke dalam rumah tersebut.  Gadis itu, melihat kesebelah ada seorang leleki tua yang umurnya diperkirakan 100-an tahun, sedang duduk asyik dan mengisap rokok dengan mengeluarkan segumpul asap dari mulutnya. 
 
Sejak awal gadis tersebut  masuk ke rumah, pandangannya selalu dialihkan ke arah pintu. Ia menanti kedatangan sang kekasihnya yang tadi berjanji pergi untuk mecari sayur paku. Suara Jangkrik pun berbunyi, menandakan hari mulai malam. Lelaki tua yang diperkirakan 100-an tahun itu pun menutup pintu rumah tersebut.
Lalu gadis itu bertanya pada lelaki tua itu "Anakmu belum datang?". Jawab lelaki tua itu, ‘’Tunggu siapa lagi, mari daging babi yang tadi saya beli itu supaya kita barapen’’.
Gadis itu kaget dan berlari pergi meninggalkan lelaki tua itu, tetapi tiba-tiba jalannya tertutup dengan tembok batu. Oleh karena itu, gadis itu terjebak dan tak bisa jalan kemana-mana. Tembok itu tidak juga terbuka selama satu minggu, air mata pun banjir membasahi pipi gadis itu tiada hentinya. 
 
Akhirnya gadis itu merasa lelah menunggu tembok itu terbuka maka ia menanyakan pada lelaki tua, katanya “ Apa nama tembok yang menutupi jalan itu? ” jawab lelaki tua itu, " kouko imoumi mogo imotou mogo kodoko amadi". artiya "Itu tembok kehidupan dan keselamatan".. Lalu gadis terdiam dan merenung setelah beberapa menit gadis itu menyanyikan sebuah nyanyian tradisional [Gowai: Bahasa Mee]:

Edoupeu…
egaipeu adama kiima…
umeetai kouko odooo danino beh daniino…
kouwaiko imoumi mogo
imotou mogo wouto kouya…
woopi naatita…
amopi naatita…

Yang artinya

Ku tak mau hidup dengan lelaki tua ini
Ku tak mau hidup dengan lelaki tua yang jelek ini
Andaikan seseorang membawa aku kesebelah
Tembok kehidupan dan keselamatan ini
Ku tak mau kembali lagi

Setalah mendengarkan nyanyaian gowai tersebut dari gadis itu dan Lelaki Tua itu pun membalas dengan sebuah nyanyian gawai:

apiii………..-apiii………….
uwoh manaa meime kati…………..
piyaa manaa meime kati……………
keiwaiko imoumi mogo
imotou mogo watiya kigaa…………
inai mitouya woo abonaii kidiki…….

Yang artinya:

sayang……….-sayang…………
Jika engkau pergi dariku
Ku suruh siapa untuk timbah air
Dan ku suruh siapa untuk cari kayu bakar
Tinggallah bersamaku untuk selamanya…

Setelah itu gadis itu masuk kembali ke dalam rumah lelaki tua itu.  Gadis itu terpaksa memilih tinggal bersama lelaki tua itu selamanya, karena  tidak bisa pergi kemana-mana lagi , akhirnya mereka berdua menikah dan memulai hidup baru sebagai sepasang suami istri.

Cerita dongeng ini berpesan kepada kita semua khususnya pada kaum mudah bahwa, jika kita tertarik pada seseorang jangan dilihat dari harta dan wajah (tampang luar) saja, karena 
tampang luar tidak menjamin hidup kita akan bahagia justru dapat menipu dan hidup kita akan kacau, menderita, dan menyesal seperti dongeng diatas ini, tetapi jika kau mencintai seseorang lihatlah ketulusan hatinya untuk mencintai dengan tulus maka hidup kita akan dipenuhi dengan kebahagiaan. [Mikael Tekege]

Yogyakarta, 6 Oktober 2012.

Read more »

Selasa, 19 Juni 2012

Menjadi Guru Tidak Harus Sarjana Pendidikan

          Saat ini kalimat “PAPUA membutuhkan guru” sedang berkembang dan menjadi tranding topick. Kita dapat melihatnya di beberapa website komersial maupun pribadi atau kita dapat mendengar dari perkataan orang yang memang peka terhadap masalah yang terjadi di Papua saat ini khusunya problem di bidang pendidikan. Saya sendiri menyetujui kalimat itu bahwa memang Papua membutuhkan guru padahal  Majalah Selangkah menuliskan bahwa menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Papua, saat ini Papua mengalami kelebihan guru yaitu SD kelebihan 3.313 orang, SMP kelebihan 357 orang, SMA kelebihan 402 orang, SMK kelebihan 109 orang guru,  kecuali guru TK masih kekurangan  254 guru (Majalah Selangkah; No 15 Tahun IX, Mei-Juni 2012; halaman 19 oleh Yulianus Kuayo; 56 % Usia Sekolah (0-19)di Papua Masih Belum Terlayani Pendidikan). Tapi kemana semua guru yang sudah didata tersebut, sampai orang menilai bahwa Papua membutuhkan guru?. Ini adalah masalah yang dihadapi kita bersama khususnya di Papua.
Terus terang, saya merasa senang melihat dan mendengar beberapa orang dari kalangan mahasiswa asli Papua membahas masalah kekurangan guru merupakan salah satu masalah yang serius di Papua. Guru yang ideal adalah guru yang mempunyai gelar dan memiliki kualitas dan kuantitas sebagai guru. Tetapi dengan melihat kondisi Papua saat ini saya mempunyai pemikiran tersendiri mengenai pola pikir orang lain tentang yang menjadi guru harus bergelar S.Pd. Saya berpikir bahwa  tidak harus lulusan S.Pd tapi SE, SH, ST, S.Farm, S.IP, S.Sos, S.S, S.Psik, SK, M. Kes, MM, MA, Dr, dr, Ir, Prof, Ex. Kuliah(pernah kuliah), Ex. SMA (Pernah SMA), atau S yang lainya, jika kita merasa Papua dan mengetahui bahwa Papua sangat membutuhkan guru, silahkan berkarya karena menjadi  guru tidak harus S.Pd. Semua orang yang punya keprihatinan dan mau bekerja dengan hati serta mau berkarya dengan sungguh-sungguh dialah Guru sejati. Karena belum tentu orang yang bergelar S.Pd  akan mengajar dengan hati yang murni dan membangun. Sekarang tantangan bagi S.Pd adalah apakah sudah menjadi guru yang benar-benar guru ataukah hanya sebatas gelar S.Pd saja. Metode mengajar yang tepat dan bekerja dengan hati untuk membangun dialah yang berkualitas untuk menjadi guru sejati khususnya di Papua. Anak-anak Papua tidak butuh banyak teori tapi sedikit teori dan banyak praktek. Apa yang kamu punya berikanlah kepada mereka yang membutuhkan. Tidak perlu banyak, karena sekecil apapun sumbangan kita itu sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan walaupun hanya mengajar baca, tulis, menghitung, menyanyi, dan memberikan motivasi untuk berkembang dan mandiri. Saya tidak mengajak semua sarjana menjadi guru tapi harapanya ini bisa menjadi refleksi kita bersama. Mari kita bersama bangun dan tingkatkan manusia Papua yang lebih baik dengan cara kita jika memang kalimat “Papua membutuhkan guru” juga menjadi keprihatinanmu.
Hm....cukup berat sekali bagi saya untuk merefleksikan ini, tapi pasti kita masing-masing memiliki jawaban terbaik. Salam juang. WagaOc
Paingan, 20/06/2012 4:11 P.M

Link:  http://wagaoc.blogspot.com/2012/06/menjadi-guru-tidak-harus-sarja.html
Read more »

Senin, 11 Juni 2012

Mahasiswa Papua Menuntut Segera Tarik Militer dari Tanah Papua


Yogyakarta-  Seluruh Mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Yogyakarta dan Solo melaksanakan aksi long march untuk menanggapi masalah pelaggaran Hak Asasi Manusia  yang terjadi secara rentetan di tanah Papua selama dua  bulan terakhir ini, antara bulan  Mei-Juni yang  dilakukan oleh TNI dan Polri. Pada hari Senin, (11/06).

Aksi long march yang  di mulai  pukul 10:00-14: 00 WIB, mahasiswa papua menuntut secara tegas kepada pemerintah Indonesia  agar  tidak terjadi pelanggaran HAM lagi maka, segera menarik militer organik maupun non organik dari seluruh tanah Papua. Dan segera bubarkan Batalion 753 Nabire dan Batalion 756 di Wamena, serta Kodam dari seluruh tanah Papua. 

Aksi long march  yang  star awalnya dari Asrama Papua, Kamasan I Yogyakarta menuju titik nol kilometer juga menuntut untuk segera tutup penambangan Ilegal di Degeiwo dan seluruh perusahan asing di tanah Papua. Karena penambangan yang dilakukan itu secara ilegal dan untuk mengamankan hal tersebut pihak keamanan telah membunuh  banyak masyarakat sipil Papua dan melakukan bisnis militer.

Dalam aksi kali ini juga, mahasiswa Papua menuntut untuk membuka  ruang demokrasi seluas-luasnya bagi rakyat Papua dan seluruh tanah Papua.  Aksi long march telah berjalan lancar dan seluruh rangkaian  aksi ini telah di tutup dengan doa oleh seorang perempuan Papua.  Ado.dt

Read more »

Minggu, 03 Juni 2012

Mahasiswa Papua yang Merindukan Kekompakan Dalam Berorganisasi

Banyak mahasiswa dan mahasiswi papua yang kehilangan arah melangka. Arah melangka yang dimaksud adalah dalam hal  berorganisasi. Karena  banyak  mahasiswa yang tidak beminat untuk mengikuti organisasi padahal, dalam organisasi kita  bisa belajar banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana kita membangun kekompakan dalam organisasi itu. Walaupun mahasiswa  banyak  kesibukan.  Badan Pengurus harian harus bisa merangkul anggotanya karana  itu merupakan tugas dan tanggunnya. Tetapi akhir-akhir ini saya mengamati BPH  sibuk sendiri dan malas tahu dengan tanggung jawabnya.   Oleh karena itu berdampak pada  program kerjanya yang tidak berjalan sesuai. Lalu anggotanya juga malas tahu dengan keadaan tersebut.
Read more »

Kamis, 31 Mei 2012

Perayaan HUT Ke-XIV AMP: Indonesia Menjajah Papua

 
Yogyakarta-  Aliansi Mahasiswa Papua merayakan hari ulang tahun yang ke-XIV  di Asrama Papua, Kamasan I Yogyakrta. Perayaan ini dilaksanakan di laksanakan pada hari Rabu (05/30) mulai pukul 10:00 -19:00 WIB dan kegiatan di hadiri oleh mahasiswa Se-Jawa dan Bali. Sebelum kegiatan dimulai seluruh mahasiswa sudah hadir untuk mengikuti kegiatan perayaan HUT sekaligus seminar sehari yang di adakan oleh Aliansi Mahasiswa Papua.

Kegiatan pertama Perayaan HUT Ke-XIV AMP yang  telah mengangankat Thema “ Bersama Kebenaran Sejarah, Kita Melangkah Menuju Kemerdekaan”  dan Sub Thema: “ Dengan Semangat Hari Ulang Tahun ke- XIV Aliansi Mahasiswa Papua Kita Pertegas Pejuangan Rakyat dan Bangsa Papua” . Dalam kegiatan ini Pembawa acara telah memberikan kesempatan kepada para hadirin untuk menyampaikan orasi politik bebas. Entah puisi, lagu, dan lain-lain.

Kegiatan kedua yaitu, seminar se-hari yang menghadirkan pembicara-pembicara yang terkenal diantaranya: Pdt. Socrates Sofyan Yoman sebagai Tokoh masyarakat Papua, membawahkan materi tentang “Belanda Menjajah di Indonesia, Spanyol di  Filipina; Indonesia di Papua”.  Dalam membawahkan materi Yoman mengatakan bahwa  Papua sedang dijajah oleh Indoensia karena telah memanipulasi sejarah Papua, Indonesia menjajah orang Papua dengan mengatakan bahwa orang Papua adalah Siparatis, Makar, OPM, GPP paradigma ini yang dibagun untuk menghabiskan orang Papua di tanah leluhurnya sendiri. Semua opini di bagun melalui media massa  elektronik maupun media masa cetak oleh pemerintah Indonesia.

Selain membagun opini keliru  ini dimedia massa perimerintah pun membangun opini keliru tersebut di berbagai aspek  di Papua yaitu; aspek  pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan aspek agama. Contoh aspek agama yaitu, pertama kali orang  luar masuk ke Papua dan membakar semua atribut  adat orang asli papua dan mengatakan bahwa agama ini yang lebih benar daripada adapt-istiadat. Oleh karena itu, banyak agamawan yang mengatakan bahwa pemerintah adalah wakil Allah tetapi menurut Pdt. Socrates mereka adalah penjajah dengan membuat kebijakan yang tidak mensejahteraankan masyarakat Papua.

Lanjut Pdt. Socrates semua kebijakan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia ke Orang Papua yaitu; penjajahan halus yang dilancarkan dan itu merupakan program intelejen untuk menghabiskan satu  bangsa yang ada di dunia yaitu; bangsa Papua. Alasanya sederhana namun tepat dengan otonomi khusus menciptakan masyarakat Papua budaya malas, dengan pemekaran  mengkotak-kotakan orang papua yang awalnya satu. Disimpulkan bahwa Indonesia menjajah Papua yang merupakan satu bangsa di dunia yang memunyai hak untuk hidup.

Dr. George Junus Aditjondro sebagai cendikiawan Indonesia dan Cendikiawan Katolik, membawakan materi tentang “ Papua dalam Imajinasi Indonesia”  dalam materinya  George Junus Aditjondro mangatakan bahwa perjuangan orang Papua sudah ada sejak tahun 1960 an. Oleh karena itu, mengapa Orang Indonesia susah memahami aspirasi orang Papua untuk merdeka. Pernyataan itu dikatakan dengan alasan bahwa banyak orang yang memperjuangan hak-hak menentukan nasib sendiri harus gugur di bahwa sepatu laras tentara Indonesia.  Contohnya yang di sebutkan dalam materi ini di antaranya; Budayawan Arnold Ap, Theys Hiyo Eluway, dan Thomas Wanggai.

Lanjut Adijondro sebagai cenkiawan Indonesia ini bahwa Indonesia sendiri diakui kemerdekaannya pada tanggal  17 Agustus [ versi RI], 27 Desember 1949 [Versi KMB]. Setelah itu Ir. Sukarno membuat sejarah Indonesia versi Sukarno yang banyak manipulasi sejarah. Buku pendidikan sejarah itu semuanya tidak betul tandasnya ketika menyampaikan materi. Olah karena itu, kalau bangsa Indonesia mau memahami sejarahnya maka harus menulis kembali sejarahnya dengan baik dan menyeluruh.

Pendidikan saejarah yang keliru membuat Sukarno dan kawan-kawannya mengklaim papua masuk kedalam NKRI pada tanggal 19 Desember 1960 dengan membangun opini keliru bahwa Papua pernah di kuasai oleh kerajaan Majapahit. Padahal itu hanya mitos yang di bangun oleh Negara Indonesia ini untuk meyakinkan orang Papua melalui oponi publik padahal itu semua keliru. Karena,  Negara ini pintar membagun opini yang seharusnya tidak benar.

Sedangkan Rinto Kogoya sebagai ketua umum Aliansi Mahasiswa Papua  membawakan materi tentang “Peran Sejarah  Mahasiswa Papua dalam Perjuangan Hak Menentukan Nasib Sendiri”  membahas bagaiman perjuangan mahasiwa Papua dari awal perjuangan hingga saat ini. Peran mahasiswa untuk memperjuangan kemerdakaan Bangsa Papua barat harus di pertegas. Dan perjuangan kita yaitu, bagaimana menjadi mahasiswa yang kritis untuk membangun kesadaran akan mesalah-masalah yang sedang terjadi di tanah air Papua. Karena kita sekarang sedang di jajah oleh Indonesia.

Jadi, menyambung pembicaran dari dua pemateri awal  bahwa Pemerintah Indonesia telah membangun opini yang tidak betul. melalui berbagai cara untuk menghancurkan suku bangsa Papua yang harus hidup di dunia ini, maka mari kita lawan. Kesimpulan dari ketiga materi yaitu Indonesia sedang Menjajah Papua.

Kegiatan yang ketiga yaitu; sebagai umat Kristiani yang menghuni jagat raya ini maka patut mengucap syukur.  Perayaan HUT Ke-XIV ini ditutup dengan Ibadah ini dipimpin oleh Pendeta  dan acara makan-makan yang  makanannya dimasak sesuai  khas Papua yaitu. Barapen. Ado.dt
Read more »

Senin, 28 Mei 2012

FOKMAPA STPMD “APMD” Mengelar Mubes Perdana


Foto pada saat Mubes
Yogyakarta-  Forum Komunikasi Mahasiswa Papua  Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” mengelar musyawarah besar perdana di Ruang Seminar Kampus STPMD “ APMD” Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Papua yang sedang menganyam pendidikan kampus APMD. Kegiatan di mulai pada pukul 09:00 -19:00 WIB  pada  (05/ 27)
  
Kegiatan musyawarah bersar digelar agar mahasiswa Papua di kampus STPMD “ APMD” harus memunyai wadah yang tepat untuk  merangkul semua mahasiswa Papua karena mayoritas di kampus ini adalah berasal dari Papua. Wadah ini juga  dibuat untuk meperlancar urusan akdemik di kampus khususnya mahasiswa Papua. Harapan yaitu wadah ini bisa menjadi tempat untuk mengambangkan krektivitas kita sebagai mahasiswa. Ungkap Angky sebagai ketua badan Formatur kepada media Iyoo/Ihoo.



Dalam kegiatan yang telah dilakukan dalam acara ini, yaitu pembahasan Tata Tertib, pembahasan AD/ ART pembahasan GBHO dan GBHK, setelah itu di bagi dalam pembagian dan untuk membahas mengenai beberapa hal diantarannya: arti logo, Program Kerja, yang masukan-masukan buat BPH yang akan terpilih.


Bakal calon yang mendaftar sesuai dengan formolir yang diedarkan oleh TIM Formatur  diantaranya Frangky  Abuuryaan  dan Ruben C. Frasa. Setelah melakukan proses pemilihan secara demokratis dan rahasia dengan perhitungan suara maka yang terpilih menjadi ketua adalah Frangky  Abuuryaan  dan Ruben C. Frasa  sebagai wakil. Sambutan dari ketua terpilih bahwa organisasi merupakan wadah baru untuk mahasiswa Papua di kampus ini, maka di harapkan kerja sama semua anggota untuk mengembangkan krekativitas kami dari kajian Ilmiah, Kesenian, dan lain-lain yang terpendam selama ini.


Semua kegiatan mubes ini ditutup dengan doa penutup oleh Edison salah satu mahasiswa Papua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa Yogyakarta.  Ado.dt
Read more »