Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

FOKMAPA STPMD “APMD” Gelar Pelantikan BPH: Wadah Untuk Belajar Mengembangkan Diri

Kegitan Pelantikan BPH FOKMAPA @Agus

Yogyakarta- Forum Komunikasi Mahasiswa Papua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa, mengelar kegiatan pelantikan Badan Pengurus Harian, di Ruang Seminar Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa. Kegiatan Pelantikan di laksanakan pada tanggal (10/09), di mulai pukul 02:00 WIB hingga selesai. Kegiatan di hadiri oleh 68 Mahasiswa Papua  yang sedang menganyam pendidikan di Kampus APMD, perwakilan dari  sesepuh Mahasiswa Papua  dan beberapa Dosen  serta Ketua STPMD “APMD” ini telah berjalan dengan lancar.
Read more »

Senin, 11 Juni 2012

Mahasiswa Papua Menuntut Segera Tarik Militer dari Tanah Papua


Yogyakarta-  Seluruh Mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Yogyakarta dan Solo melaksanakan aksi long march untuk menanggapi masalah pelaggaran Hak Asasi Manusia  yang terjadi secara rentetan di tanah Papua selama dua  bulan terakhir ini, antara bulan  Mei-Juni yang  dilakukan oleh TNI dan Polri. Pada hari Senin, (11/06).

Aksi long march yang  di mulai  pukul 10:00-14: 00 WIB, mahasiswa papua menuntut secara tegas kepada pemerintah Indonesia  agar  tidak terjadi pelanggaran HAM lagi maka, segera menarik militer organik maupun non organik dari seluruh tanah Papua. Dan segera bubarkan Batalion 753 Nabire dan Batalion 756 di Wamena, serta Kodam dari seluruh tanah Papua. 

Aksi long march  yang  star awalnya dari Asrama Papua, Kamasan I Yogyakarta menuju titik nol kilometer juga menuntut untuk segera tutup penambangan Ilegal di Degeiwo dan seluruh perusahan asing di tanah Papua. Karena penambangan yang dilakukan itu secara ilegal dan untuk mengamankan hal tersebut pihak keamanan telah membunuh  banyak masyarakat sipil Papua dan melakukan bisnis militer.

Dalam aksi kali ini juga, mahasiswa Papua menuntut untuk membuka  ruang demokrasi seluas-luasnya bagi rakyat Papua dan seluruh tanah Papua.  Aksi long march telah berjalan lancar dan seluruh rangkaian  aksi ini telah di tutup dengan doa oleh seorang perempuan Papua.  Ado.dt

Read more »

Kamis, 31 Mei 2012

Perayaan HUT Ke-XIV AMP: Indonesia Menjajah Papua

 
Yogyakarta-  Aliansi Mahasiswa Papua merayakan hari ulang tahun yang ke-XIV  di Asrama Papua, Kamasan I Yogyakrta. Perayaan ini dilaksanakan di laksanakan pada hari Rabu (05/30) mulai pukul 10:00 -19:00 WIB dan kegiatan di hadiri oleh mahasiswa Se-Jawa dan Bali. Sebelum kegiatan dimulai seluruh mahasiswa sudah hadir untuk mengikuti kegiatan perayaan HUT sekaligus seminar sehari yang di adakan oleh Aliansi Mahasiswa Papua.

Kegiatan pertama Perayaan HUT Ke-XIV AMP yang  telah mengangankat Thema “ Bersama Kebenaran Sejarah, Kita Melangkah Menuju Kemerdekaan”  dan Sub Thema: “ Dengan Semangat Hari Ulang Tahun ke- XIV Aliansi Mahasiswa Papua Kita Pertegas Pejuangan Rakyat dan Bangsa Papua” . Dalam kegiatan ini Pembawa acara telah memberikan kesempatan kepada para hadirin untuk menyampaikan orasi politik bebas. Entah puisi, lagu, dan lain-lain.

Kegiatan kedua yaitu, seminar se-hari yang menghadirkan pembicara-pembicara yang terkenal diantaranya: Pdt. Socrates Sofyan Yoman sebagai Tokoh masyarakat Papua, membawahkan materi tentang “Belanda Menjajah di Indonesia, Spanyol di  Filipina; Indonesia di Papua”.  Dalam membawahkan materi Yoman mengatakan bahwa  Papua sedang dijajah oleh Indoensia karena telah memanipulasi sejarah Papua, Indonesia menjajah orang Papua dengan mengatakan bahwa orang Papua adalah Siparatis, Makar, OPM, GPP paradigma ini yang dibagun untuk menghabiskan orang Papua di tanah leluhurnya sendiri. Semua opini di bagun melalui media massa  elektronik maupun media masa cetak oleh pemerintah Indonesia.

Selain membagun opini keliru  ini dimedia massa perimerintah pun membangun opini keliru tersebut di berbagai aspek  di Papua yaitu; aspek  pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan aspek agama. Contoh aspek agama yaitu, pertama kali orang  luar masuk ke Papua dan membakar semua atribut  adat orang asli papua dan mengatakan bahwa agama ini yang lebih benar daripada adapt-istiadat. Oleh karena itu, banyak agamawan yang mengatakan bahwa pemerintah adalah wakil Allah tetapi menurut Pdt. Socrates mereka adalah penjajah dengan membuat kebijakan yang tidak mensejahteraankan masyarakat Papua.

Lanjut Pdt. Socrates semua kebijakan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia ke Orang Papua yaitu; penjajahan halus yang dilancarkan dan itu merupakan program intelejen untuk menghabiskan satu  bangsa yang ada di dunia yaitu; bangsa Papua. Alasanya sederhana namun tepat dengan otonomi khusus menciptakan masyarakat Papua budaya malas, dengan pemekaran  mengkotak-kotakan orang papua yang awalnya satu. Disimpulkan bahwa Indonesia menjajah Papua yang merupakan satu bangsa di dunia yang memunyai hak untuk hidup.

Dr. George Junus Aditjondro sebagai cendikiawan Indonesia dan Cendikiawan Katolik, membawakan materi tentang “ Papua dalam Imajinasi Indonesia”  dalam materinya  George Junus Aditjondro mangatakan bahwa perjuangan orang Papua sudah ada sejak tahun 1960 an. Oleh karena itu, mengapa Orang Indonesia susah memahami aspirasi orang Papua untuk merdeka. Pernyataan itu dikatakan dengan alasan bahwa banyak orang yang memperjuangan hak-hak menentukan nasib sendiri harus gugur di bahwa sepatu laras tentara Indonesia.  Contohnya yang di sebutkan dalam materi ini di antaranya; Budayawan Arnold Ap, Theys Hiyo Eluway, dan Thomas Wanggai.

Lanjut Adijondro sebagai cenkiawan Indonesia ini bahwa Indonesia sendiri diakui kemerdekaannya pada tanggal  17 Agustus [ versi RI], 27 Desember 1949 [Versi KMB]. Setelah itu Ir. Sukarno membuat sejarah Indonesia versi Sukarno yang banyak manipulasi sejarah. Buku pendidikan sejarah itu semuanya tidak betul tandasnya ketika menyampaikan materi. Olah karena itu, kalau bangsa Indonesia mau memahami sejarahnya maka harus menulis kembali sejarahnya dengan baik dan menyeluruh.

Pendidikan saejarah yang keliru membuat Sukarno dan kawan-kawannya mengklaim papua masuk kedalam NKRI pada tanggal 19 Desember 1960 dengan membangun opini keliru bahwa Papua pernah di kuasai oleh kerajaan Majapahit. Padahal itu hanya mitos yang di bangun oleh Negara Indonesia ini untuk meyakinkan orang Papua melalui oponi publik padahal itu semua keliru. Karena,  Negara ini pintar membagun opini yang seharusnya tidak benar.

Sedangkan Rinto Kogoya sebagai ketua umum Aliansi Mahasiswa Papua  membawakan materi tentang “Peran Sejarah  Mahasiswa Papua dalam Perjuangan Hak Menentukan Nasib Sendiri”  membahas bagaiman perjuangan mahasiwa Papua dari awal perjuangan hingga saat ini. Peran mahasiswa untuk memperjuangan kemerdakaan Bangsa Papua barat harus di pertegas. Dan perjuangan kita yaitu, bagaimana menjadi mahasiswa yang kritis untuk membangun kesadaran akan mesalah-masalah yang sedang terjadi di tanah air Papua. Karena kita sekarang sedang di jajah oleh Indonesia.

Jadi, menyambung pembicaran dari dua pemateri awal  bahwa Pemerintah Indonesia telah membangun opini yang tidak betul. melalui berbagai cara untuk menghancurkan suku bangsa Papua yang harus hidup di dunia ini, maka mari kita lawan. Kesimpulan dari ketiga materi yaitu Indonesia sedang Menjajah Papua.

Kegiatan yang ketiga yaitu; sebagai umat Kristiani yang menghuni jagat raya ini maka patut mengucap syukur.  Perayaan HUT Ke-XIV ini ditutup dengan Ibadah ini dipimpin oleh Pendeta  dan acara makan-makan yang  makanannya dimasak sesuai  khas Papua yaitu. Barapen. Ado.dt
Read more »

Senin, 28 Mei 2012

FOKMAPA STPMD “APMD” Mengelar Mubes Perdana


Foto pada saat Mubes
Yogyakarta-  Forum Komunikasi Mahasiswa Papua  Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” mengelar musyawarah besar perdana di Ruang Seminar Kampus STPMD “ APMD” Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Papua yang sedang menganyam pendidikan kampus APMD. Kegiatan di mulai pada pukul 09:00 -19:00 WIB  pada  (05/ 27). 
  
Kegiatan musyawarah bersar digelar agar mahasiswa Papua di kampus STPMD “ APMD” harus memunyai wadah yang tepat untuk  merangkul semua mahasiswa Papua karena mayoritas di kampus ini adalah berasal dari Papua. Wadah ini juga  dibuat untuk meperlancar urusan akdemik di kampus khususnya mahasiswa Papua. Harapan yaitu wadah ini bisa menjadi tempat untuk mengambangkan krektivitas kita sebagai mahasiswa. Ungkap Angky sebagai ketua badan Formatur kepada media Iyoo/Ihoo.



Dalam kegiatan yang telah dilakukan dalam acara ini, yaitu pembahasan Tata Tertib, pembahasan AD/ ART pembahasan GBHO dan GBHK, setelah itu di bagi dalam pembagian dan untuk membahas mengenai beberapa hal diantarannya: arti logo, Program Kerja, yang masukan-masukan buat BPH yang akan terpilih.


Bakal calon yang mendaftar sesuai dengan formolir yang diedarkan oleh TIM Formatur  diantaranya Frangky  Abuuryaan  dan Ruben C. Frasa. Setelah melakukan proses pemilihan secara demokratis dan rahasia dengan perhitungan suara maka yang terpilih menjadi ketua adalah Frangky  Abuuryaan  dan Ruben C. Frasa  sebagai wakil. Sambutan dari ketua terpilih bahwa organisasi merupakan wadah baru untuk mahasiswa Papua di kampus ini, maka di harapkan kerja sama semua anggota untuk mengembangkan krekativitas kami dari kajian Ilmiah, Kesenian, dan lain-lain yang terpendam selama ini.


Semua kegiatan mubes ini ditutup dengan doa penutup oleh Edison salah satu mahasiswa Papua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa Yogyakarta.  Ado.dt
Read more »

Sabtu, 19 Mei 2012

IPMADO JOGLO Mengadakan Perayaan Paskah

Jogjakarta -Perayaan Paskah merupakan hari bersejara bagi umat Kristen dibelahan dunia ini karena  merayakat kisah sengsara, wafat dan bangkit Yesus Juruselamat manusia. Kematian-Nya telah menyelamatkann kita dari perbudakan dosa. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Jogjakarta dan Solo juga merupakan  bagian dari umat kristiani di belahan dunia ini maka telah merayakan hari paskah pada Sabtu (05/19),di Kontrakan Dogiyai (Emaawaa) dan memulai acara pada pukul 15:15 WIP hingga selesai. Acara paskah ini dihadiri oleh mahasiswa Papua yang beromisili di Jogjakarta.

Acara paskah Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Jogjakarta dan Solo ini dipimpin oleh Pdt. Rehabiyam Bilung SH.Th.M. Sebelum masuk kepada renungan adapula kesaksian yang di sampaikan oleh mahasiswa yang hadir di kegitan paskah. Thema yang diangkat dari panitia pelaksana Paskah tahun 2012 adalah “Mengikut Yesus Keputusanku”, dalam kitab injil Yohanes 21:19.

 Sehingga dalam renungannya beliau mengawali dengan ada beberapa pertanyaan yang dapat di jawab dengan keyakinan dari hati lubuk yang paling dalam,antaranya: 1. Mengapa kita mengambil keputusan untuk mengikut Yesus. 2. Apa alasannya. Lalu beliau mengabil contoh konkrit atau realita yang sedang terjadi.Pertama   dari segi historis, Bahwa, pelukis sejarawan, orang besar/oang yang sukses, bahkan penemu-penemu didunia ini semua karena mereka mengikut Yesus. lalu kedua dari segi erah modernisasi dan globalisasi yang persaingan yang sangat ketat ini, bahwa kekayaan dan ekonomi yang hebat dan paling kaiya yang sedang bersaing di dunia ini diantaanya, Amerika,Jepang dan China. Mengapa mereka hebat dan kaiya karena karir maupun produktifitas mereka hanya berdasarkan pada Tuhan Yesus yang mereka percaya. Kata beliau kepada media ini.

  Dari renungan di atas disimpulkan bahwa ada dua point yaitu; pertama; Mengapa kita harus mengikut yesus. Kedua; Gembalakanlah domba – dombaKu  Sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi kita,kitapun harus mengasihi sesama kita,dan memberikan yang terbaik kepada siapapun dia. Mengasihi adalah memindakan maanfaat hidup kepada oang lain. Semua oang perlu menghagai dan menghormati. Maka dari itu sebagai kesimpulan beliau mengatakan, tidak sedikit oang mengatakan bahwa mengikut Yesus itu tidak popular,tetapi sodara mau populer buat keputusan hari ini. Dan anda jangan lupakan sejarah  ini .kata beliau kepada media ini.

Adapun sambutan yang di bawakan oleh Ketua Panitia Paskah Jerry Dogomo  sebagai panitia, di setelah itu Badan Pengurus Harian Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai, Mewakili Wissel Meren  dan Senoritas  Dogiyai.

Setelah sambutan,  semua rangkaian kergiatan paskah 2012 IPMADO JogLo  telah ditutup dengan doa penutup oleh Yakonias Adii salah satu mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai yang tinggal Jogjakarta. Sepanya W. Tebay
Read more »

Jumat, 18 Mei 2012

Beda Buku Cermin Noken Papua : Melestarikan Budaya Papua Melalui Noken


Jogjakarta – beda  buku  yang berjudul “Cermin Noken Papua: Perspektif Kearifan Mata Budaya Papua”  ditulis oleh Titus Pekei, penerbit Ecology Papua Institut  EPI  telah dilaksanakan di Asrama Kamasan I  Yogyakarta pada Kamis (05/17). Acara beda buku mulai pukul 11: 00 WIB hingga selesai, dan  hadiri oleh mahasiswa Papua yang berdomsili di Jogjakarta.

Buku Cermin  Noken Papua pertama di terbitkan pada tahun 2011 dan setelah rirevisi di terbitkan pada tahun 2012. Beda buku sudah dilakukan di beberapa kota yaitu, Jakarta,  Bali, dan kali ini dilaksanakan di Jogjakarta. Selanjutnya beda buku akan  di laksanakan  seluruh Papua, dari Sorong sampai  Merauke. Sekaligus  melakukan  wawancara  langsung  dengan masyarakat setempat, Dari tokoh adat, kepala suku, dan juga dari hasil diskusi mahasiswa. ungkap Titus Pekei kepada media Iyoo/Ihoo.

Hal ini penting dilaksanakan  beda buku ini, karena  berfikir lebih jauh tentang noken Papua. Noken dilihat dari banyak  segi  yaitu; budaya, ekonomi, sosial, polotik, dan hukum. Noken  memunyai  manfaat bagi orang Papua yang terdiri dari 250 lebih suku.

     Noken sendiri di gunakan untuk  mengisi barang. Sebutan noken disetiap daerah di papua berbeda, misalnya,  “agiya” sebutan dari suku Mee, “Yum” dari suku Wamena, “Ese” dari Asmat, Inokson/inoken dari suku Biak. Uniknya buku ini karena penulis mengambil sebagai contoh dari nama noken dibeberapa daerah.

     Sebenanya  noken ini sangat berbeda dengan  tas maka noken ini jangan samakan dengan tas. Noken tetap menjadi noken, dan tas tetap menjadi tas. Kerana Noken sudah ada dahulu sedangkan tas ini datang melalui modernisasi dan globalisasi. Noken ini lahir dari terapi alam dan budaya, adat Istiadat, dan kreasi dari masyarakat adat papua.

Noken juga menjadi  warisan  Nenek moyang orang Papua , kepada generasi Papua  berikut sebagai bahan yang layak di pakai oleh masyarakat Papua untuk menunjang kebutuhan hidup mereka hal ini di sampaikan langsung oleh penulis kepada mahasiswa Jogjakarta dalam seminar beda buku ini.

Sebagai umat Kristiani  kegiatan beda buku ini di tutup dengan doa yang dipimpin oleh seorang mahasiswi Papua yang sedang menganyam pendidikan di Jogjakarta. Sepanya Tebai
Read more »

Minggu, 18 Maret 2012

FKPMKP D.I.Y Gelar Re-Organisasi

Yogyakarta- Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Katolik Papua Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengelar Re-Organisasi. Sesuai dengan AD/ART bahwa kepengurusan lama telah berakhir masa jabatanya dengan periode 12 Agustus  2010 sampai 12 Februari  2012, dan kepengurusan baru akan dilanjutkan mulai periode 17  Maret  2012  berakhir masa jabatannya 17 Maret  2013, kegiatan ini digelar di Pastoran Mahasiswa Katolik. Jalan Dr. Waidin, No. 54 [3/17], pukul 11:00  sampai 19:00 WIB,  dalam kegiatan Re-Organisasi FKPMKP di hadiri oleh mahasiswa katolik Papua serta simpatisan berdomisi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara Re-Organisasi  FKPMKP Daerah Istimewa Yogyakarta  berjalan lancar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, dalam acara ini telah dibahas beberapa agenda diantaranya, pertama; sambutan-sambutan dari ketua penitai Re-Organisasi, Senioritas, Ketua BPH Lama, kedua; Pembahasan TATIB, AD/ART, GBHO, ketiga; Laporan pertanggungjawaban Badan Pengurus Harian periode 2010-2012.

Setelah membahas TATIB/ AD/ART, GBHO, dan LPJ BPH lama, agenda keempat; yakni pemilihan Badan Pengurus Harian  Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Katolik Papua Daerah Istimewa Yogyakarta yang baru. Dalam agenda yang ketiga pertama-tama dilakukan pemaparan visi misi ketiga Bakal Calon yaitu, 1. Fransiskus Kasipmabin, 2. Yulita Mate 3. Mery Bame. Pemilihan dilaksanakan dengan cara mufakat antara ketiga bakal calon.  Setelah mufakat antara ketiga bakal calon dan akhirnya, Fransiskus Kasibmabin tepilih menjadi ketua, Yulita Mate sebagai Bendahara, dan Mery Bame sebagai sekertaris.

 Badan pengurus baru yang  terpilih dikukuhkan oleh  Gerald Bidana sebagai perwakilan  seniorita sekaligus orang tua FKPMKP D.I.Y.  Sambutan oleh Ketua terpilih dan sambutan ketua lama. Serah terima jabatan secara simbolis dari ketua BPH lama Agustinus Dogomo kepeda Fransiskus Kasipmabin ketua baru yang terpilih. Sebagai umat kristiani maka semua rangkaian kegiatan Re-Organisasi  telah menutup dengan doa yang dipimpin oleh Garal Bidana sebagai Senioritas Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Katolik Papua Daerah Istimewa Yogyakarta. Ado.dt
Read more »

Selasa, 03 Januari 2012

Persatuan Warga Papua D.I.Y Mengelar Natal Bersama


Yogyakarta-  Mahasiswa  dan Warga asal Papua yang berdomisili di daerah Istimewa Yogyakarta telah mengelar  natal bersama di Auditorium UKDW [Universitas Kristen Duta Wacana] dan acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat Papua yang berdomisili di daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2012,  berlansung dari pukul 18.00 WIB hingga selesai.
Read more »

Rabu, 21 Desember 2011

GRPB Cetuskan Trikora Versi Papua di Alun-alun Yogyakarta

Pemuda dan Mahasiswa gelar aksi Trikora di Jogja (Foto: Ist)
Yogyakarta --- Pemuda dan mahasiswa Papua yang terergabung dalam Gerakan Rakyat Papua Bersatu (GRPB), Senin (19/12) kemarin, melakukan aksi memperingati 50 tahun aneksasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di Alun-alun Utara Yogyakarta.

“Kami melihat melalui Trikora pembunuhan, pembantaian, dan penghilangan paksa orang asli Papua dimulai,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Sekitar pukul 09.00 WIB massa aksi melakukan long march dari Asrama Papua, Kamasan I sambil memegang spanduk, dan beberapa poster, menuju titik nol Benteng Jogjakarta, pas pintu masuk jalan Trikora.

Dalam aksinya, GRPB menggugat deklarasi Trikora yang dilakukan secara sepihak oleh Ir. Sukarno, dkk di Alun-Alun Utara, Yogyakarta, pada tanggal 19 Desember 1961.

Adapun pernyataan sikap yang dibacakan kordinator lapangan, pertama, bubarkan penduduk kolonialisme NKRI di Papua Barat, kedua, kibarkan sang Bintang Kejora di seluruh Papua Barat Tanah Air Bangsa Papua, ketiga, bersiaplah untuk moblisasi umum, guna merebut kembali kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat

GRPB juga menuntut agar pemerintah SBY-Budiono menarik militer organik maupun non-organik dari Papua, menuntaskan pelanggaran HAM yang terjadi sejak tanggal 19 Desember 1961 dan bertanggung jawab terhadap pembantaian yang sekarang sedang terjadi di Kabupaten Pania, Papua.

Secara tegas GRPB juga menolak program-program yang diberikan oleh pemerintah pusat diantaranya, Otonomi Khusus [Otsus], pemekaran, UB4P, karena semua itu tidak akan menjawab persoalan rakyat Papua. 

“Akar masalah di Papua adalah soal status politik, bukan makan dan minum (kesejahteraan),” tegas Otis Tipagau dari Forkompas, Semarang.

Menutup aksinya, GRPB menuntut pemerintah Indonesia untuk mengembalikan kedaulatan Bangsa Papua Barat atau melakukan referendum bagi bangi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis menyelesaikan sengketa antar rakyat Papua Barat dan Pemerintah Indonesia.

Aksi dijaga secara ketat oleh aparat kepolisian, dan berkahir sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian massa aksi membubarkan diri dengan tenang.  Agus Dogomo
Sumber: http://thepapuan.blogspot.com/2011/12/
Read more »

Selasa, 13 Desember 2011

Peran Gereja di Erah Globalisasi



Yogyakarta-  Stube-HEMAT mengadakan kegiatan dengan tema besar “ Gereja  di mana? Dan sedang apa? “  Di erah Globalisasi ini. Acara diikuti oleh mahasiswa yang sedang menganyam pendidikan di daerah Istimewa Yogyakarta yang  datang dari berbagai daerah diantaranya: Papua, Ambon, Sulawesi, Jawa, Kalimatan, Sumatera, dan mahasiswa asal Negara Timor Leste. Acara tersebut berlansung selama 3 hari, mulai dari hari Jumat  tanggal 9 - 11 Minggu.
Read more »